Persaudaraan 98 Dukung Penuh Putusan MK Terkait Usia Capres-Cawapres

Ilustrasi
Ilustrasi

Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang batas usia minimal Capres-Cawapres dinilai telah memenuhi rada keadilan. Demikian disampaikan Ketua Pesaudaraan 98 Wahab Talaohu dalam keterangan pers yang diterima redaksi. Senin 16 Oktober 2023.


Wahab juga memastikan, kelompoknya yang terdiri dari para mantan aktivis 98 akan berada di  garda terdepan  membela keputusan MK.

Hal ini karena putusan MK itu sudah sesuai dengan cita-cita, nilai dasar dan prinsip Reformasi 98, di mana adanya perlindungan hak warga negara untuk dipilih dan memilih.

" Keputusan MK telah memenuhi rasa keadilan karena telah menjunjung tinggi hak asasi manusia. Melindungi hak dasar warga negara dan sesuai dengan tren demografis serta perkembangan zaman. Di mana telah terjadi akselerasi kepemimpinan nasional yang layak diisi kaum muda," ujar Wahab.

Ketua Persaudaraan 98 Wahab Talaohu saat bersilaturami di rumah Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. (Foto : istimewa)


Seperti diketahui, MK telah mengabulkan permohonan materiil Pasal 169 huruf q UU No 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) soal batas usia capres-cawapres yang diajukan Almas Tsaqibbirru Re A.

Dalam perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 itu, Almas Tsaqibbirru Re A meminta MK mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai kepala daerah baik tingkat provinsi, kabupaten atau kota.

Sebelumnya MK sudah menolak tiga gugatan soal batas usia capres-cawapres. Di antaranya, Perkara nomor 29/PUU-XXI/2023 yang diajukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pemohon ingin MK mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 35 tahun.

Lalu, Perkara nomor 51/PUU-XXI/2023 diajukan Partai Garuda. Pemohon ingin MK mengubah batas usia minimal capres-cawapres menjadi 40 tahun atau memiliki pengalaman sebagai penyelenggara negara. (*)